SMPIT INSANTAMA PANGKALPINANG LAKUKAN SCIENTIFIC JOURNEY KE BBIL KOTA PANGKALPINANG

Pangkalpinang, 29 April 2026 — Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang menerima kunjungan edukasi dari SMPIT Insantama Kota Pangkalpinang dalam rangkaian program Scientific Journey pada hari Selasa, 29 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa-siswi yang antusias mempelajari dunia perikanan secara langsung di lapangan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang, Dr. David Oktaviandi, S.P., M.T., menyambut hangat kedatangan rombongan SMPIT Insantama. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif sekolah dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata bagi peserta didik.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik dari SMPIT Insantama. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor perikanan. Kota Pangkalpinang memiliki potensi perikanan yang besar, dan kami berharap melalui kunjungan ini, adik-adik bisa mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana ikan dibudidayakan dan bagaimana pakan ikan yang berkualitas diproduksi. Siapa tahu di antara kalian ada yang kelak menjadi ahli perikanan atau pengusaha di bidang ini,” ujar Dr. David Oktaviandi.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kelautan dan perikanan.
Workshop Pembuatan Pakan Ikan dan Budidaya Ikan
Acara inti dilanjutkan dengan workshop yang dipandu oleh Ajie Prayoga, S.Pi., penyuluh perikanan sekaligus tenaga teknis di BBIL. Para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam dua sesi praktik:
1. Pembuatan Pakan Ikan
Peserta diajarkan tentang komposisi nutrisi yang dibutuhkan ikan, bahan-bahan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif, serta teknik pencampuran dan pembentukan pelet pakan. Ajie Prayoga menjelaskan bahwa pembuatan pakan mandiri dapat menjadi solusi efisien bagi pembudidaya untuk menekan biaya produksi.
“Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan, bisa mencapai 60–70 persen dari total biaya produksi. Dengan memahami cara membuat pakan sendiri dari bahan lokal, kita bisa menghasilkan pakan berkualitas dengan harga lebih terjangkau,” jelas Ajie Prayoga kepada para siswa.
2. Pengenalan Budidaya Ikan

Siswa-siswi juga diajak berkeliling area kolam pembenihan untuk melihat secara langsung proses budidaya ikan air tawar, mulai dari tahap pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva, hingga pendederan benih. Mereka berkesempatan mengamati berbagai jenis ikan yang dibudidayakan di BBIL, termasuk ikan nila, lele, dan patin.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang hidup. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknik budidaya, tantangan yang dihadapi pembudidaya, hingga peluang usaha di bidang perikanan.
Pihak SMPIT Insantama menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang. Kegiatan Scientific Journey ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan menginspirasi mereka untuk lebih peduli terhadap potensi sumber daya alam lokal.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus membuka pintu bagi kegiatan edukasi serupa sebagai bagian dari upaya memasyarakatkan ilmu perikanan dan mendorong regenerasi pelaku usaha perikanan di Kota Pangkalpinang. (AP)